MengASIhi: Kapan dan bagaimana menggunakan Medela Supplemental Nursing System



Source: medela.com

Menyusui bukan hal yang mudah bagi sebagian ibu. But, it's okay 😊
Produksi air susu ibu mungkin terhambat karena berbagai hal. Karena dibantu beberapa hormon, proses menyusui bisa terhambat karena masalah psikologis, misalnya karena stres, atau fisik, misalnya kelelahan, atau murni karena jaringan yang memproduksi ASI tidak mencukupi. Kondisi ini dikenal dengan Insufficient Glandular Tissue (IGT) atau Mamary hypoplasia. Tapiii.. kondisi ini sangat jarang terjadi. Jadi, sebelum curiga kamu memiliki masalah ini, ada banyak tahap yang perlu dipastikan sudah benar. Seperti pelekatan yang baik, proses pengosongan payudara yang benar, dukungan sekitar untuk ibu menyusui, sampai ke pola konsumsi sang ibu.

Nah, saya sendiri hingga detik ini tidak tahu apakah saya positif IGT. Namun memang, berbagai cara yang disarankan sudah saya coba, seperti pumping rutin, power pumping, minum ddan makan ASI booster, pijat oksitosin, menyusui 2 jam sekali, dan pengosongan payudara maksimal.  Tetap saja ASI saya tidak cukup, dilihat dari kenaikan BB minimal bayi per bulan. 

Positif atau tidak, hambatan menyusui yang saya alami terselesaikan dengan bantuan feeding tube dan Medela Supplemental Nursing System (SNS). Meskipun produksi ASI terbatas, saya tetap bisa menyusui langsung si bayi kesayangan--sebuah momen spesial ibu dan anak yang akhir-akhir ini saya syukuri telah saya dan suami perjuangkan.

Singkat cerita, bayi saya harus dapat tambahan susu (ASIP (ASI Perah) dari donor atau sufor (susu formula)). Tambahan ini diberikan sembari saya mengkonsumsi ASI booster. Harapannya, tambahan ini hanya sementara.

Saat itu rasanya gagal jadi ibu karena tidak bisa memberikan ASI eksklusif. Sebuah pencapaian yang sedang gencar dielu-elukan diantara ibu-ibu menyusui. Tetapi, saya tidak boleh egois. Yang utama tetap tumbuh kembang si bayi kesayangan.
Awalnya, atas saran dokter, saya menggunakan feeding tube . Jadi, si bayi tetap menyusu langsung dan setelah 1-2 ronde menyusui, dia akan diberi tambahan ASIP atau sufor melalui feeding tube yang ditempelkan ke payudara dan langsung masuk ke mulut bayi (tidak sampai ke lambung).

Dua bulan berjalan, alhamdulilah BB bayi naik sesuai target. Sehingga secara berangsur, volume susu formula dikurangi sedikit demi sedikit. Dari 600ml sehari menjadi 150ml. Tentu saja ini dibarengi dengan pumping. Jadi 150ml tambahan itu bisa kombinasi ASIP dan sufor. Namun, karena feeding tube ini harus diganti setiap tiga hari, dalam sebulan saya bisa menghabiskan sekitar Rp 500.000 untuk membeli feeding tube saja. Lumayan ya.

Karena belum ada tanda-tanda tambahan sufor ini dihentikan sama sekali, saya coba cek mengenai Medela SNS yang dulu sempat dokter saya ceritakan. Ternyata oh ternyata lebih murah karena dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Akhirnya setelah cek beberapa tutorial, saya memutuskan untuk membelinya.
Sayangnya, tidak banyak pembahasan mengenai Medela SNS dalam bahasa Indonesia. Entah karena tidak populer atau ibu-ibu yang menggunakan tidak punya waktu untuk berbagi cerita.

Bagaimana cara menggunakan Medela SNS?

  1. Siapkan ASIP atau sufor sebanyak yang dianjurkan dokter.
  2. Siapkan botol, tutup, selang dan membran anti bocornya. Rangkai sesuai petunjuk dalam buku manual. Sebaiknya pilih selang ukuran paling kecil saat pertama kali pakai.
  3. Masukkan ASIP atau sufor ke dalam botol Medela SNS dan tutup. Jangan terlalu rapat karena nanti malah bocor saat botolnya dibalik.
  4. Susui bayi 1 atau 2 ronde, payudara kanan dan kiri. Baru kemudian rekatkan selang di payudara menggunakan Micropore. Ujung selang kira-kira 1 cm di depan puting.
  5. Masukkan puting beserta selang ke dalam mulut bayi. Pastikan pelekatan sudah benar agar ASIP atau sufor bisa ikut tersedot.
  6. Balik botol dan posisikan lebih tinggi dari mulut bayi. Jangan khawatir tersedak karena alirannya lambat sekali.
  7. Ada dua selang yang bisa dipasang di masing-masing payudara. Agar tidak terus menetes, selang yg tidak dipakai bisa dijepitkan ke gerigi tutup botol (lihat gambar).
  8. Ada tali untuk mengalungkan botol. Tinggal disesuaikan saja ukuran talinya agar posisi botol lebih tinggi dari mulut bayi. Semakin tinggi posisi botol, semakin cepat aliran ASIP atau sufor.
Source: medela.com


Apa keunggulan Medela SNS dibanding feeding tube?

  1. Lebih murah untuk pemakaian jangka panjang. Setiap pembelian Medela SNS, sudah dilengkapi dengan 3 selang dengan ukuran berbeda. Pakai sesuai kenyamanan bayi.
  2. Ukuran selangnya sangat kecil sehingga aman dari kemungkinan bayi tersedak. 
  3. Bisa hands-free. Namun tetap harus diperhatikan agar aliran tetap lancar dan bayi nyaman.
  4. Paket Medela SNS sudah dilengkapi dengan panduan penggunaan, Micropore, dan tali.


Catatan:

  • Penggunaan alat bantu ini juga disertai tambahan tenaga untuk mencuci steril setiap penggunaan. Jadi, jika digunakan 8 kali sehari, maka harus cuci steril 8 kali juga.
  • Cuci steril Medela SNS sedikit lebih ribet dari cuci steril feeding tube. Ada satu momen jalan-jalan dengan bayi yang saya sengaja beli feeding tube lagi karena lebih mudah dibersihkan.
  • Penggunaan Medela SNS juga bisa untuk relaktasi atau bagi ibu yang mengadopsi bayi.
  • Sebelum menggunakan alat bantu ini, ada baiknya mengunjungi Konselor Laktasi terdekat untuk diperiksa secara menyeluruh hambatan kamu dalam menyusui.
  • Penambahan sufor sebaiknya atas saran dokter.

Karena tangan si bayi kesayangan (saat itu 5.5 bulan) sudah mulai usil menarik-narik selangnya dan dia mulai bisa menolak tambahan sufor atau ASIP, maka 2.5 bulan kebersamaan kami dengan Medela SNS perlu disudahi.

Semoga cerita ini memberi semangat baru untuk kamu yang sedang berjuang menyusui. You are not alone 🤗

Cheers,
Source: Mama Mirza
Editor: Mama Mirza

1 Comments

  1. mams
    SNS yang kami pakai selangnya putus semua. Baby tangannya silat silat terus. Ada yang jual terpisahkah? Cari di marketplace ndak ketemu. Mohon bantuan.

    ReplyDelete